Memimpin Paduan Suara #1

Apa sih yang menyenangkan dari memimpin kelompok paduan suara?

Kalau dari Bang Ragil pribadi sih banyak banget hal-hal positif yang menyenangkan yang bisa diperoleh dari kegiatan memimpin paduan suara terutama yang masih baru terbentuk atau aktf kembali. Karena tantangan yang dihadapi jauh lebih sulit dan seru daripada memimpin paduan suara yang sudah cukup senior.

     Tantangan seperti menentukan kembali karakter dan bentukan paduan suara yang diinginkan serta menentukan program latihan sesuai rentang umur anggota adalah hal yang pertama ali akan dihadapi oleh setiap Coach dan Art Director.Hal ini dikarenakan paduan suara diisi oleh orang-orang dengan kepribadian dan kemampuan vokal yang berbeda-beda pula, sehngga butuh penanganan yang berbeda pula untuk setiap orangnya. Disinilah para pelatih harus pintar-pintar melihat potensi yang dimiliki oleh setiap penyanyinya. Pilihlah penyanyi dengan kemampuan olah vokal seperti hearing, pitch-controlling, vocal placement dan membaca partitur yang baik, karena itu yang akan menjadi kebutuhan dasar di paduan suara.

Kegiatan paduan suara tidak melulu tentang menyanyi dan mengeluarkan suara sesuai nada yang diinginkan namun juga tentang teknik pembacaan partitur not angka dan balok yang baik karena sebuah paduan suara harus mampu melakukan apa yang telah dirancang dalam sebuah paduan suara.

Apakah harus menyanyi dengan partitur? Ya dan Tidak, karena bila kelompok paduan suara tersebut tidak memiliki partitur, bisa dengan mencontohkan langsung nada-nada dari sebua lagu kepada tiap-tiap jenis suara, namun alangkah lebih baik bila belajar berpaduan suara dilakukan dengan membaca partitur karena penyanyi bia lebih cepat memahami nada-nada yang dimiliki per suara tanpa harus menunggu dicontohkan oleh pelatih da tentu saja nada-nada nya akan lebih akurat dan pas saat dinyanyikan karena sudah terbiasa benyanyi dengan panduan partitur, baik not angka maupun not balok.

Contoh Partitur Paduan Suara :


1. Not Angka


2. Not Balok

    Dengan terdiri dari maksimal 4 jenis suara dasar, yaitu Soprano, Alto, Tenore, dan Bassise, maka otomatis paduan suara juga menjadi lebih kompleks karena tiap jenis suara memiliki karakter suaranya tersendiri. Sopran memiliki rentang vokal tinggi bagi perempuan, Alto dengan rentang vokal rendah bagi perempuan,Tenor dengan vokal tinggi bagi pria, dan Bass denga vokal rendah bagi pria. Namun bukan berarti yang bisa mencapai suara tinggi harus masuk ke jenis suara Sopran atau Tenor karena bisa jadi si penyanyi lebih baik diletakkan di suara rendah karena karakter suaranya yang lebih cocok dengan jenis suara Bass atau Alto.

Seorang pelatih atau Art Director juga harus memiliki sense of music yang baik (pastinya) agar bisa menentukan posisi penyanyinya dan menentukan komposisi penyanyi yang diinginkan untuk berada dalam paduan suaranya. Karena walaupun secara teknik si penyanyi memilki skill yang baik, namun bisa jadi ia tidak mampu mengharmonisasikan suaranya dengan penyanyi lainnya, Dalam paduan suara, yang terpenting adalah para penyanyi dapat menyelaraskan suaranya dengan penyanyi lainnya, karena itulah inti dari berpaduan suara. Harmonisasi yang baik antar penyanyi dan jenis suara akan menjadikan paduan suara tersebut mampu membawakan dan menyampaikan arti dan pesan dari tiap lagu yang dinyanyikan kepada audiens nya, baik saat kompetisi, konser ataupun tampil di acara-acara penting lainnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s