Makna Lagu: Sound Of Silence

“The Sound Of Silence”  (Suara Keheningan)
Hello darkness, my old friend (Halo kegelapan, teman lamaku)
I’ve come to talk with you again (Ku datang untuk berbincang denganmu, lagi)
Because a vision softly creeping (Karena sebuah penglihatan yang perlahan menakuti)
Left its seeds while I was sleeping (Meninggalkan benih-benih dalam tidurku)
And the vision that was planted in my brain (Dan penglihatan yang tertanam di pikiranku)
Still remains (Masih bersisa)
Within the sound of silence (Dalam suara keheningan)
In restless dreams I walked alone (Dalam mimpi tak berujung, aku berjalan sendirian)
Narrow streets of cobblestone (Jalan sempit berbatu)
‘Neath the halo of a street lamp (Di bawah lingkaran cahaya lampu jalan)
I turned my collar to the cold and damp (Kubalikkan kerah untuk mengusir dingin)
When my eyes were stabbed by the flash of a neon light (Saat mataku terusik oleh kilatan lampu neon)
That split the night (Yang membelah malam)
And touched the sound of silence (Dan menyentuh keheningan)
And in the naked light I saw (Di balik cahaya, ku melihat)
Ten thousand people, maybe more (Sepuluh ribu orang, mungkin lebih)
People talking without speaking (Mereka berbicara tanpa berkata)
People hearing without listening (Mendengar tanpa memahami)
People writing songs that voices never share (Mereka menulis lagu yang tak bersuara)
And no one dared (dan tak ada satupun yang berani)
Disturb the sound of silence (Mengganggu keheningan)
“Fools,” said I, “You do not know – (“Bodoh”, kataku, “Kalian tidak tahu”)
Silence like a cancer grows (Keheningan itu layaknya kanker yang terus bertumbuh)
Hear my words that I might teach you (Dengarkan suaraku, mungkin ku bisa mengajarimu)
Take my arms that I might reach you (Pegang tanganku, mungkin ku bisa meraihnya)
But my words like silent raindrops fell (Tapi kata-kataku layaknya rintik hujan yang sunyi)
And echoed in the wells of silence (Dan bergema di sumur keheningan)
And the people bowed and prayed (Orang-orang membungkuk dan menyembah)
To the neon god they made. (Kepada Tuhan Baru yang mereka ciptakan)
And the sign flashed out its warning (Tanda-tanda itu mengeluarkan peringatannya)
In the words that it was forming. (Dalam kata-kata yang terbentuk)
And the sign said, The words of the prophets are written on the subway walls (Yang mengatakan, bahwa kata-kata para Leluhur tertulis di tembok-tembok jalanan)
And tenement halls (Serta tembok-tembok bangunan)
And whispered in the sound of silence (Dan dibisikkan dalam suara keheningan)

7a3013a56e4c05e04917df97e5466f36-530x533x1

Sound Of Silence ditulis dan disempurnakan oleh Paul Simon pada 19 Februari 1964. Dalam pembuatan lagu ini, Ia mengatakan akan ketertarikannya saat memainkan gitarnya di ruangan gelap, seperti kamar mandi dengan latar belakang suara keran air dan lantai berubin yang menimbulkan kesan bergema.

Dalam versi originalnya, mungkin kesan yang didapat oleh pendengar adalah suasana malam hari dalam keheningan, mencoba menikmati kesendirian dan keheningan, seperti saat di dalam hutan gelap. Namun, bagaimana jika lagu ini dimainkan ulang oleh Band Metal bernama Disturbed? Mungkin kesan gelap, creepy, bahkan amarah akan lebih terasa saat kita mendengarnya, apalagi kalo sama lihat videonya.

maxresdefault

Inti lagu ini sama, yaitu mengkritik rasa kemanusiaan kita yang sudah pudar seiring berkembangnya zaman

“People talking without speaking (Mereka berbicara tanpa berkata)”
“People hearing without listening (Mendengar tanpa memahami)”

Akibat perkembangan teknologi yang semakin pesat dan seharusnya bisa digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia, malah menjauhkan manusia dari sesamanya.

Mungkin interpretasi setiap orang akan berbeda-beda. Namun mari merenungkan satu pertanyaan yang paling penting untuk kita semua

“Are we still Human?”

c804b10f8b2dba506a7ea920432a51fe_cak-lontong-yang-menidurkan-meme-cak-lontong-mikir_593-248

*maaf fotonya ku pake ya, Cak Lontong 😀